Akibat Nyeri Leher

 



SEHAT KEKALAkibat Nyeri Leher. Nyeri leher adalah rasa sakit yang muncul di leher belakang, leher sebelah kanan, leher sebelah kiri, maupun leher depan. Sakit leher umumnya terjadi karena otot leher tertarik, saraf terjepit, atau pengapuran sendi. Pada umumnya, nyeri tengkuk atau sakit leher ini bukanlah kondisi serius yang perlu diwaspadai.

1. Disebabkan oleh otot yang tegang

Ketegangan otot adalah pemicu nyeri leher yang paling umum. Penyebabnya beragam, seperti memiliki postur tubuh yang buruk, mempunyai otot perut yang lemah, hingga dipicu oleh berat badan berlebih, terang laman Practical Pain Management.

Nyeri leher juga bisa disebabkan oleh kegiatan, olahraga, dan hobi tertentu, hingga posisi tidur yang salah. Tak hanya itu, jatuh atau kecelakaan lalu lintas juga bisa menyebabkan cedera leher dalam kategori whiplash. Bahkan, ini bisa memperbesar potensi kerusakan jangka panjang atau kecacatan.

Yang mengejutkan, cara memegang perangkat elektronik genggam juga bisa menyebabkan ketegangan leher. Disarankan untuk tidak menaruh perangkat di pangkuan karena bisa menyebabkan leher menekuk ke bawah untuk melihat layar. Saat melihat ke bawah, leher akan tertekuk 60 derajat dan menambah beban 60 pon (27,2 kilogram) pada tulang belakang.

2. Dipicu oleh artritis reumatoid

Berdasarkan penelitian tahun 2000 berjudul "Improved Medical and Surgical Management of Cervical Spine Disease in Patients with Rheumatoid Arthritis over 10 Years", ditemukan bahwa 80 persen pasien yang memiliki artritis reumatoid selama 10 tahun juga mengalami masalah tulang belakang leher. Nyeri leher baru terjadi bertahun-tahun setelah didiagnosis.




Artritis reumatoid biasanya memengaruhi sendi atlantoaxial. Ini adalah sendi yang berfungsi untuk memutar kepala, sehingga kita bisa melihat ke kiri, kanan, atas, dan bawah.

Selain itu, artritis reumatoid juga bisa mengikis tulang, melonggarkan ligamen, menebalkan jaringan di sekitar sendi, hingga menyebabkan batang otak mengembun.

3. Bisa juga karena meningitis

Rupanya, meningitis bakteri atau meningitis meningokokus bisa menyebabkan leher kaku, sakit kepala, dan demam. Dilansir Mayo Clinic, meningitis adalah peradangan selaput (meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Jika dibiarkan dan tidak ditangani, sebanyak 50 persen penderitanya akan meninggal dunia, mengutip laman Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Ada dua bakteri berbahaya yang bisa menyebabkan kematian dengan cepat, yakni Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis. Bakteri ini ditularkan lewat air liur. Selain itu, ada pula bakteri lain, seperti Listeria monocytogenes dan Haemophilus influenzae.

Meningitis juga bisa disebabkan oleh virus dan jamur, tetapi gejalanya tidak separah meningitis yang dipicu oleh bakteri.

4. Disebabkan oleh herniasi disk serviks

Tahukah kamu kalau di antara tulang belakang ada disk yang berfungsi sebagai bantalan? Akan tetapi, saat ada trauma atau usia yang kian menua, lapisan keras luar cakram pecah dan bisa mengiritasi saraf di belakangnya. Kondisi ini disebut sebagai disk hernia. SahabatQQ

Saat cakram pecah di dalam tulang belakang leher, gerakan tertentu bisa menimbulkan rasa sakit. Gejala lainnya adalah rasa sakit di antara tulang belikat dan mati rasa yang menjalar ke lengan.

Dilansir Mayfield Brain & Spine, herniasi disk serviks bisa menyebabkan sakit leher saat memutar kepala atau menekuk leher.

5. Dipicu oleh posisi tidur yang salah

Dilansir Harvard Health Publishing, kita disarankan untuk memakai bantal bulu yang mudah menyesuaikan dengan bentuk leher. Namun, untuk menghindari kekejaman pada hewan, gunakan bantal bulu angsa sintetis atau buatan.

BACA JUGA : Manfaat Ikan Gabus

Hindari tidur dengan bantal yang terlalu tinggi dan kaku, sebab bisa membuat leher tertekuk saat tidur dan memicu rasa sakit saat bangun. Saat kamu tidur dengan posisi miring, dianjurkan memakai bantal yang lebih tinggi di bawah leher untuk menjaga tulang belakang agar tetap lurus. Agen Domino99

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.