Virus Omicron

 



SEHAT KEKALVirus Omicron. Varian Omicron, juga dikenal sebagai garis keturunan B.1.1.529, adalah sebuah varian SARS-CoV-2, sebuah koronavirus yang menyebabkan Covid-19. WHO menyatakannya sebagai varian yang diwaspadai dan menamakannya dari kata Yunani Omicron.

1. Gejala yang ditimbulkan tidak selalu ringan

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), gejala COVID-19 varian Omicron tidak separah varian Delta. Meskipun begitu, virus penyebab COVID-19 varian Omicron tetaplah berbahaya.

Seseorang yang terinfeksi varian ini juga menimbulkan spektrum gejala yang bervariasi, mulai dari tanpa gejala, gejala ringan, hingga bergejala berat bahkan bisa sampai berakibat fatal. Jadi, varian Omicron lebih ringan dari varian Delta, tetapi bukan berarti bergejala ringan.

2. Berisiko lebih parah pada kelompok rentan

Menurut keterangan pada laman resmi WHO, varian Omicron diketahui lebih cepat menyebar dibanding varian sebelumnya. Jadi, penting untuk mencegah penularan agar varian Omicron tidak makin meluas.




Varian Omicron perlu dicegah penularannya karena saat tertular, maka ada risiko mengalami keluhan yang parah. Pada kelompok lansia, orang-orang dengan komorbid, dan bagi yang belum mendapatkan vaksinasi akan lebih berisiko mengembangkan penyakit yang parah.

3. Ada risiko long COVID setelah sembuh

Seseorang yang telah terinfeksi atau penyintas akan memiliki risiko kesehatan jangka panjang yang disebut dengan long COVID. Long COVID masih menjadi hal baru yang perlu dipelajari.

Dilansir Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), meskipun tidak mengalami gejala COVID-19, beberapa orang dapat mengalami kondisi long COVID. Keluhan yang dialami bisa berupa keluhan baru, keluhan yang muncul kembali, atau keluhan yang berlanjut meskipun telah dinyatakan sembuh dari infeksi.

4. Meningkatnya kapasitas rumah sakit

Karena Omicron mempunyai tingkat penyebaran yang lebih cepat, maka kasus dapat meningkat secara bersamaan. Makin banyak pasien yang dirawat inap dalam waktu yang bersamaan, maka ini bisa meningkatkan kapasitas rumah sakit. SahabatQQ

Lonjakan kasus Omicron yang bersamaan dapat membebani sistem kesehatan. Angka kasus yang makin meningkat tak hanya menyulitkan rumah sakit, tetapi juga berbagai aspek seperti sekolah, transportasi publik, pertokoan, dan lain-lain.

5. Meningkatkan peluang virus bermutasi

Hal terakhir yang membuat para peneliti khawatir yaitu apabila suatu varian makin menyebar ke area yang lebih luas, maka ini akan meningkatkan peluang virus untuk bermutasi. Akibatnya, akan muncul berbagai varian virus baru di kemudian hari.

BACA JUGA : Nutrisi Butternut Squash

Makin banyak varian virus baru yang bermunculan, maka peneliti akan membutuhkan waktu lagi untuk mempelajari varian baru tersebut. Varian baru yang muncul bisa menjadi lebih parah atau kurang parah, atau bisa juga punya kemampuan untuk menghindari sistem kekebalan tubuh.

Para peneliti mengimbau untuk tetap waspada terhadap COVID-19 varian Omicron. Meskipun tidak separah varian sebelumnya, varian Omicron juga dapat menimbulkan gejala berat terutama pada kelompok rentan. Agen Domino99

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.