Organ yang Bisa Didonorkan
SEHAT KEKAL - Organ yang Bisa Didonorkan. Donor atau transplantasi organ didefinisikan sebagai pengambilan organ dari satu orang lalu menempatkannya di tubuh orang lain yang membutuhkannya.
Sayangnya, kebutuhan akan organ jauh lebih besar daripada jumlah orang yang benar-benar mendonor.
1. Hati
Transplantasi hati dilakukan untuk mengganti hati yang sakit dengan yang sehat. Yang didonorkan bisa sebagian maupun seluruhnya. Hati yang sehat diperoleh dari orang yang baru saja meninggal.
Mengapa seseorang butuh transplantasi hati? Dilansir Johns Hopkins Medicine, prosedur ini direkomendasikan jika kita punya penyakit hati stadium akhir atau gagal hati kronis. Ini adalah kondisi yang serius dan bisa mengancam nyawa.
2. Paru-paru
Transplantasi paru-paru direkomendasikan untuk seseorang yang punya penyakit paru-paru tingkat lanjut ketika metode pengobatan lain tidak berhasil. Menurut National Health Service (NHS), penyakit yang dimaksud ialah penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), fibrosis kistik, hipertensi pulmonal, hingga fibrosis paru idiopatik.
Seberapa besar peluang hidup kita setelah menerima transplantasi paru? Berdasarkan data dari WebMD, lebih dari 80 persen orang bertahan hidup dalam satu tahun setelah transplantasi paru. Namun, jumlahnya menjadi 55-70 persen tiga tahun pascatransplantasi.
3. Jantung
Setelah meninggal, jantung kita bisa didonorkan untuk orang yang mengalami gagal jantung. Ketika jantung sudah tersedia, penerima masih harus diseleksi berdasarkan golongan darah, ukuran tubuh, dan informasi medis lainnya untuk melihat kecocokan.
Siapa yang bisa mendonorkan jantungnya? Yang masuk kriteria adalah individu yang baru saja meninggal atau mengalami mati otak, tetapi tubuhnya masih "hidup" berkat bantuan alat medis.
Transplantasi jantung bisa menyelamatkan nyawa seseorang dan memberi "kehidupan baru". Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, tingkat kelangsungan hidup cukup tinggi, yaitu 85 persen pada satu tahun setelah menerima donor jantung.
4. Pankreas
Pankreas yang sehat (bisa memproduksi insulin secara normal) berasal dari pendonor yang baru saja meninggal atau pendonor yang masih hidup (yang hanya bisa mendonorkan sebagian saja). Lalu, pankreas ditanamkan ke tubuh orang yang biasanya mengidap diabetes. SahabatQQ
Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Reviews Endocrinology di tahun 2013, tingkat kelangsungan hidup pasien lebih dari 95 persen pada satu tahun pascatransplantasi dan menjadi 88 persen dalam lima tahun setelah pankreas ditanam.
Meski tingkat keberhasilannya tinggi, selalu ada risiko. Misalnya, sistem kekebalan mengenali pankreas yang ditanam sebagai benda asing dan terjadi penolakan atau terbentuk gumpalan darah di pembuluh darah.
Meski tingkat keberhasilannya tinggi, selalu ada risiko. Misalnya, sistem kekebalan mengenali pankreas yang ditanam sebagai benda asing dan terjadi penolakan atau terbentuk gumpalan darah di pembuluh darah.
5. Ginjal
Seseorang yang baru saja meninggal bisa mendonorkan ginjalnya atas persetujuan diri dan keluarga yang ditandatangani semasa hidup. Lalu, ginjal diletakkan pada tubuh penerima yang ginjalnya telah gagal dan tidak lagi berfungsi dengan baik, dilansir Mayo Clinic.
BACA JUGA : Jenis Transfusi Darah
BACA JUGA : Jenis Transfusi Darah
Ginjal yang telah diambil akan disimpan di es atau dihubungkan ke mesin yang menyediakan oksigen dan nutrisi hingga ginjal ditransplantasikan ke penerima. Peluang hidup penerima adalah 96 persen pada satu tahun dan menjadi 79 persen dalam lima tahun pasca transplantasi.
Transplantasi ginjal adalah pilihan bagi orang dengan penyakit ginjal lanjut atau gagal ginjal. Risiko kematian lebih rendah dan kualitas hidup lebih baik daripada menjalani dialisis (cuci darah) seumur hidup. Agen Domino99
Tidak ada komentar