Fakta Sindrom Precordial Catch
SEHAT KEKAL - Fakta Sindrom Precordial Catch. Nyeri dada ini sering kali dialami oleh anak-anak, remaja, dan orang dewasa muda. Kondisi ini bukan termasuk keadaan darurat medis yang membahayakan. Kendati demikian, kamu perlu memahami seluk-beluk mengenai sindrom precordial catch agar wawasan terkait isu kesehetan semakin bertambah.
1. Sindrom precordial catch biasanya terjadi ketika seseorang sedang dalam posisi istirahat
Sindrom precordial catch pertama kali dijelaskan oleh Albert J. Miller dan Teodoro A. Texidor pada tahun 1950-an. Dua tokoh ini menggambarkan sindrom precordial catch sebagai rasa sakit yang tajam dan menusuk secara tiba-tiba. Kondisi ini sering kali terjadi saat seseorang sedang beristirahat, apalagi dalam posisi membungkuk condong ke depan.
Sementara itu, kondisi ini tidak ada hubungannya dengan makanan yang dikonsumsi. Durasi rasa sakit bisa terjadi antara beberapa detik sampai 3 menit dan mungkin bisa terjadi lebih dari satu kali dalam sehari.
Tingkat keparahan nyeri pun bervariasi pada masing-masing orang. Selain itu, sindrom precordial catch bisa memburuk karena deep breathing, meskipun hal tersebut tidak meninggalkan nyeri tekan di area dada yang terdampak. Kondisi ini tentu berbeda dengan rasa sakit yang disebabkan oleh serangan jantung.
Di samping itu, orang yang mengalami sindrom precordial catch tidak mengalami gejala berupa perubahan fisik secara signifikan. Wajah mereka tidak pucat dan tidak mengalami mengi, tetapi mungkin akan merasakan pusing karena napas pendek beberapa kali.
2. Sindrom precordial catch bisa terjadi salah satunya karena postur tubuh yang buruk
para ahli berpendapat jika sindrom ini disebabkan oleh saraf yang teriritasi atau terjepit di bagian dada. Penyebab potensial lain di antaranya adalah postur tubuh yang buruk, percepatan pertumbuhan, atau cedera, misalnya terkena pukulan di area dada.
3. Mencegah sindrom precordial catch salah satunya dengan memperbaiki postur tubuh
Seperti yang telah disinggung pada bagian awal, kondisi ini umumnya menyerang anak-anak usia enam tahun, remaja, dan orang dewasa muda. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan jika orang dewasa tua dapat mengalami sindrom precordial catch.
Jika kasus ini disebabkan oleh fase pertumbuhan, maka sindrom precordial catch tidak bisa dicegah. Apabila disebabkan oleh cedera pada dada dan postur tubuh yang buruk, tentunya masih bisa dicegah. Sebisa mungkin kamu harus menerapkan postur tubuh berdiri atau duduk tegak untuk mencegah terjadinya sindrom precordial catch.
4. Apakah sindrom precordial catch perlu mendapatkan diagnosis medis?
Meskipun sindrom precordial catch berlalu dengan cepat dan tanpa meninggalkan gejala signifikan, tidak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter jika mengalami sensasi nyeri tajam di area dada. Dokter dalam melakukan prosedur diagnosis akan mengesampingkan penyebab lain dengan melakukan tinjauan riwayat medis pasien, mengidentifikasi gejala, serta menanyakan kondisi kesehatan lain. SahabatQQ
Pada kebanyakan kasus, sindrom precordial catch tidak memerlukan tes medis tertentu karena sifatnya sangat umum dan tidak berbahaya. Namun, perlu digarisbawahi jika seseorang memiliki masalah medis terlebih mengenai kondisi jantung, mengembangkan gejala lain, dan mengalami perubahan frekuensi rasa sakit, maka harus berkonsultasi pada dokter.
5. Tidak perlu perawatan khusus karena seiring waktu akan hilang dengan sendirinya
Rasa sakit yang tiba-tiba datang lalu pergi akibat sindrom precordial catch bisasnya tidak memerlukan perawatan khusus. Akan tetapi, dokter mungkin akan merekomendasikan obat anti-inflamasi untuk meringankan rasa sakit.
BACA JUGA : Fakta Golongan Darah O
Lantas, bagaimana jadinya jika sindrom precordial catch tiba-tiba datang? Langkah pertama yang sebaiknya kamu lakukan adalah mencoba tenang, santai, dan mengambil napas perlahan. Pastikan juga untuk mengubah postur tubuh menjadi lebih baik agar rasa sakitnya bisa segera mereda.
Sindrom precordial catch cenderung memengaruhi anak-anak, remaja, dan orang-orang yang berusia 20-an tahun. Meskipun bukan termasuk kondisi medis yang berbahaya, kamu tetap perlu menerapkan langkah pencegahan, seperti membiasakan diri berpostur tubuh yang baik. Agen Domino99






Tidak ada komentar