5 Makanan yang Aman Dikonsumsi saat Kemoterapi

 



SEHAT KEKAL5 Makanan yang Aman Dikonsumsi saat Kemoterapi. Menurut data InfoDatin Kementrian Kesehatan Indonesia, jumlah penderita kanker di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Data hasil Risketidas tahun 2013 dan tahun 2018 menampilkan adanya peningkatan prevelansi kanker dari 1,4% menjadi 1,49%. 

Cara paling umum yang dilakukan untuk mengobati kanker adalah dengan metode kemoterapi. Menurut laman Mayo Clinic, kemoterapi merupakan perawatan obat yang memakai bahan kimia kuat untuk memerangi sel-sel kanker yang tumbuh cepat di tubuh.

Meski begitu, masih ada efek samping kemoterapi yang harus diwaspadai. Dilansir Cancer, efek samping kemoterapi antara lain adalah kehilangan nafsu makan, kelelahan, mudah berdarah dan memar, rambut rontok,  infeksi, anemia, sembelit, mual dan muntah, diare, mati rasa, nyeri, dan masih banyak lagi. 

Efek samping itu terjadi karena sel kanker dan kemo terapi bertarung cepat di dalam tubuh. Karena obat-obatan kemo cepat menyebar ke seluruh tubuh, mereka bisa mempengaruhi sel-sel yang sehat dan normal ikut rusak dengan cepat.  Oleh sebab itu, tubuh perlu mengonsumsi makananan bernutrisi tinggi untuk menyeimbangkan perawatan kanker.

1. Telur

Kelelahan adalah hal yang wajar dialami pasca perawatan kemoterapi. Nah, supaya tubuh bisa kembali segar, ada baiknya pasien segera mengonsumsi telur.

Sebagai sumber protein dan lemak sehat, telur dapat mengisi kembali energi serta menjaga massa otot yang sangat dibutuhkan selama kemoterapi. Dilansir Healthline, telur sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan benar-benar matang untuk mencegah keracunan makanan. Telur rebus dengan kuning telur yang menebal dan putih telur yang mengeras jadi pilihan yang tepat untuk pasien yang menjalani kemoterapi.

2. Kacang almond atau mete

Kacang-kacangan seperti almond atau kacang mete terbilang mudah dibawa untuk camilan. Almond dan mete mengandung lemak sehat, protein, vitamin, serta mineral yang tinggi. Selain itu, kandungan mangan dan tembaga pada almond juga mendukung kebutuhan nutrisi pasien dengan perawatan kemoterapi.  




Menurut jurnal ilmiah International Journal of Molecular Sciences tahun 2011, mineral mangan membentuk dismutase superoksida yang menjadi antioksidan terkuat dalam melawan radikal bebas seperti sel kanker yang merusak sel tubuh.

Almond bisa dimakan langsung atau disajikan sebagai topping pada oatmeal dan sereal. Untuk pasien yang mengalami sariawan, almond bisa digantikan dengan mentega kacang.

3. Biskuit asin dan roti gandum utuh

Kemoterapi sering kali membuat pasien mengalami diare atau mual. Kalau begini, ada baiknya mengonsumsi roti gandum utuh atau biskuit asin. 

Menurut Oncologist Journal tahun 2012, roti dan biskuit asin dapat mengembalikan natrium yang hilang akibat diare atau muntah. Makanlah biskuit sebagai camilan. kombinasikan dengan kacang, keju ricotta, atau alpukat yang dihancurkan jika ingin lebih bernutrisi dan enak.

4. Alpukat
Kandungan nutrisi dan kalori yang tinggi bikin alpukat cocok digunakan untuk memancing nafsu makan. Menurut ulasan ilmiah Critical Reviews in Food Sciences and Nutrition 2013, setengah buah alpukat mengandung nutrisi yang tinggi dan lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). SahabatQQ

Selain itu, alpukat juga memiliki kandungan serat yang tinggi. Serat yang tinggi ini berfungsi untuk melancarkan pencernaan sekaligus menjadi makanan pada bakteri di usus.

5. Biji labu

Biji labu sangat cocok sebagai camilan di sela-sela waktu konsultasi dokter. Dilansir laman Healthline, beberapa penelitian mencatat bahwa jenis bijian-bijian yang satu ini kaya akan protein, lemak, serta vitamin E yang baik untuk melawan peradangan.

BACA JUGA : 5 Manfaat Belimbing Wuluh untuk Kesehatan

Sebagai salah satu bentuk perawatan, transfusi darah bisa menurunkan kandungan zat besi di dalam darah. Nah, biji labu merupakan bahan pangan yang tepat untuk meningkatkannya kembali.

Data dari Departemen Kesehatan Amerika Serikat menyatakan bahwa biji labu menghasilkan kurang lebih 3 gram zat besi per 33 gram atau sekitar 15 persen dari kebutuhan asupan harian. Meski bermanfaat, tetap perhatikan jumlah biji labu yang dikonsumsi, ya! 

Perawatan metode kemoterapi memang membuat nafsu makan berkurang. Pertimbangkan untuk mengonsumsi sederet makanan ini untuk meningkatkan nutrisi di dalam tubuh. Agen Domino99

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.